
Bulan Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Lansia yang beragama islam tentu saja tidak sabar untuk menjalankannya. Tapi ada sebagian dari mereka yang boleh tidak berpuasa dengan catatan tertentu.
Yang jelas, kalimat “lansia boleh tak berpuasa, asalkan…” biasanya dilanjutkan dengan prinsip keadilan dan kasih sayang dalam agama, dan bukan pembenaran untuk bermalas-malasan.
Pertama, ada keterbatasan kesehatan yang nyata sehingga mereka boleh tidak berpuasa. Kondisi fisik yang lemah atau mudah sakit, juga memiliki penyakit kronis yang bisa memburuk saat puasa, membuat mereka tidak disarankan untuk puasa. Apalagi apabila dokter atau tenaga kesehatan tidak menyarankan yang berkaitan untuk berpuasa.
Ini dimaksudkan bukan alasan yang dibuat-buat, tapi kondisi yang memang berisiko bila dipaksakan.
Alasan kedua tentang lansia yang boleh tidak berpuasa adalah jika melakukan itu maka potensinya membahayakan diri. Menjaga nyawa dan kesehatan lebih utama daripada menahan lapar.
Misalnya, jika lansia yang berpuasa menyebabkan dirinya pusing berat, lemas ekstrem, gula darah turun drastik, dehidrasi atau berisiko hatuh, maka tidak berpuasa justru pilihan yang benar.
Kemudian, jika lansia mengambil keputusan dengan jujur dan sadar, misalnya karena kemampuan dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk berpuasa – bukan karena kuat-kuatan fisik, maka ia mengganti dengan kewajiban yang sesuai (fidyah). Ini bukan “jalan pintas”, tapi bentuk ibadah yang sah dan dihormati.
Walaupun lansia, katakanlah, boleh tidak berpuasa, namun ia tetap menjaga ruh Ramadan. Ia tetaplah berdzikir dan berdoa, sedekah, membantu sahur atau berbuka keluarga, dan juga menjaga akhlak dan kesabarannya, selama bulan yang suci ini. Ramadan tidak hilang hanya karena tidak berpuasa.
Oleh karenanya, lansia boleh tidak berpuasa, asalkan keputusan itu diambil demi menjaga kesehatan, dengan niat yang jujur, dan diganti dengan kewajiban yang Allah tetapkan.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri