Lansia Bisa Usir Kejenuhan Lewat Caregiver


Caregiver boleh jadi merupakan teman tersendiri buat lansia yang diasuhnya. Ini bukan sekadar perasaan, tapi fenomena yang sering terjadi pada lansia dewasa ini.

2026-02-05T08:03

Caregiver boleh jadi merupakan teman tersendiri buat lansia yang diasuhnya. Ini bukan sekadar perasaan, tapi fenomena yang sering terjadi pada lansia dewasa ini.

Ada beberapa hal yang kemungkinan jadi penyebab lansia mudah kesepian bila tidak ada caregiver. 

Pertama, si lansia kehilangan peran dan rutinitas. Di usia lanjut, banyak lansia (misalnya) sudah tidak bekerja, atau anak-anak sibuk dan tinggal terpisah, atau bahkan aktivitas  sosial sudah berkurang. Hal-hal tersebut menciptakan hari-hari jadi sepi atau berulang rasa “tidak dibutuhkan” muncul.

Kedua, keterbatasan fisik membatasi interaksi. Hal itu karena bukannya tidak mau bersosialisasi, tapi lebih lantaran tidak mampu. 

Sulit berjalan atau cepat merasa lelah bisa merupakan faktornya. Atau, pendengaran dan penglihatan yang sudah menurun. Atau, tak leluasa keluar rumah menjadi penghalangnya.

Ketiga, kesepian kadangkala tidak bisa disamakan dengan kesendirian. Lansia bisa saja sendirian, tapi tidak kesepian. Sebaliknya, ia bisa merasa ramai, tapi tetap merasa kesepian. Akibatnya, kesepian itu soal koneksi emosional, bukan semata-mata jumlah orang.

Caregiver sering menjadi “jembatan sosial”. Peran caregiver bukan cuma fisik. Ia bisa menjadi teman bicara atau pendengar cerita lama. Atau, sang caregiver pengingat rutinitas yang handal atau orang yang konsisten ada tiap hari. Tanpa caregiver, hari bisa terasa hampa.

Satu hal yang perlu dicatat, kesepian berkaitan dengan beberapa hal: depresi, penurunan daya ingat, nafsu makan turun, gangguan tidur, atau risiko sakit lebih tinggi.

Untuk itulah kenapa caregiver bukan sekadar “orang yang membantu”, tapi mereka adalah juga “orang yang hadir” bagi orang yang lain (baca: lansia).

=====

Silakan daftarkan di Pelatihan Caregiver, tempat terbatas. Hubungi Bit.ly/DaftarKELASCG2026

 

caregiver,lansia dan caregiver,caregiver vs carepartner,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Pacaran Zaman Dulu dan Sekarang, Apa Bedanya?

Penglihatan Berkabut pada Lansia, Apakah Selalu Katarak?

Menopause Bukan untuk Disembunyikan: Mengapa Perempuan Perlu Berani Membicarakannya?

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026