Fotografi Ponsel untuk Lansia: Hobi Baru, Turunkan Risiko Depresi


Mengapa Fotografi Ponsel Jadi Tren di Kalangan Lansia? Pertama fotografi ponsel mudah dilakukan, tanpa alat rumit dan murah. Ponsel yang sudah mereka punya cukup untuk memulai aktivitas fotografi.

2025-12-16T08:00

 

Di banyak desa maupun kota, lansia kini semakin akrab dengan kamera ponsel. Bukan sekadar dokumentasi, aktivitas memotret dan mengunggah foto ternyata menjadi jembatan penting untuk membangun kedekatan dengan cucu, keluarga, hingga komunitas sebaya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas kreatif sosial seperti fotografi dapat menurunkan risiko depresi pada lansia.

Mengapa Fotografi Ponsel Jadi Tren di Kalangan Lansia? Pertama fotografi ponsel mudah dilakukan, tanpa alat rumit dan murah. Ponsel yang sudah mereka punya cukup untuk memulai aktivitas fotografi. Tidak ada kamera besar, tidak ada pengaturan teknis yang membuat stres.

Kedua, aktivitas ini selaras dengan kebiasaan baru lansia. Semakin banyak kelompok lansia yang aktif membagikan foto di WhatsApp dan Facebook Groups—dua platform yang paling nyaman bagi mereka baik untuk grup keluarga, Grup alumni sekolah lama, Komunitas PKK/lansia posyandu maupun Grup warga RT/RW. Foto menjadi cara paling sederhana untuk "hadir" dan menunjukkan eksistensi.

Berbagai komunitas fotografi bagi lansia pun bermunculan seperti, Komunitas Lansia Kota Bandung di FB Group “Lansia Bahagia Bandung”. Lansia rutin mengunggah foto kegiatan jalan pagi, tanaman bunga, dan momen masak harian. Interaksi yang muncul (like, komentar) menjadi sumber kebahagiaan dan rasa dihargai.

Manfaat FotografI Ponsel Bagi Kesehatan Mental Lansia

1. Mengurangi rasa sendiri dan isolasi sosial

Ketika foto diunggah di WA/FB, lansia menerima komentar dan percakapan. Interaksi kecil ini sangat signifikan untuk mengurangi rasa kesepian.

2. Memperkuat hubungan emosional dengan cucu

Cucu cenderung lebih responsif terhadap foto:

  • foto tanaman baru

  • foto kucing peliharaan

  • foto makanan favorit keluarga

  • foto aktivitas harian

Mereka lebih mudah memberi komentar lucu atau emotikon. Ini menciptakan percakapan rutin yang membuat lansia merasa dekat dengan generasi muda.

3. Menjaga otak tetap aktif

Saat memotret, lansia menggunakan kemampuan:

  • memperhatikan detail

  • memilih sudut terbaik

  • mengatur cahaya

  • bercerita lewat visual

Semua ini melibatkan fungsi kognitif yang penting untuk mencegah penurunan mental.

4. Meningkatkan percaya diri dan harga diri

Ketika foto mereka disukai atau dianggap bagus, lansia merasa dihargai dan memiliki kontribusi.

Geriatri,Lansia Indonesia ,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Fotografi

ARTIKEL LAINNYA

Biasakan Pola Hidup Sehat, Yuk

Sering Limbung? Ini 3 Latihan Sederhana untuk Melatih Keseimbangan Lansia

Orangtua dan Anak Berbagi “Zona Kendali”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026