Strategi Pulang Aman Setelah Acara: Transportasi dan Keamanan Lansia


Faktor kelelahan, keterbatasan fisik, hingga risiko keamanan di jalan membuat keluarga perlu menyiapkan strategi khusus agar lansia bisa pulang dengan aman dan nyaman.

2025-09-30T10:51

Bagi banyak lansia, menghadiri acara besar seperti reuni keluarga, pertemuan komunitas, atau hajatan adalah momen yang membahagiakan. Namun, perjalanan pulang seringkali menjadi tantangan tersendiri. Faktor kelelahan, keterbatasan fisik, hingga risiko keamanan di jalan membuat keluarga perlu menyiapkan strategi khusus agar lansia bisa pulang dengan aman dan nyaman.

1. Perhatikan Kondisi Fisik Sebelum Berangkat

Menurut dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, FINASIM, geriatri dari FKUI-RSCM, lansia rentan mengalami kelelahan berlebih setelah beraktivitas panjang. “Sebaiknya, sebelum pulang pastikan lansia cukup istirahat beberapa menit, minum air putih, dan tidak terburu-buru,” ujarnya kepada Kompas Health (2022).

2. Pilih Transportasi yang Nyaman dan Aman

  • Kendaraan pribadi keluarga lebih direkomendasikan, karena memungkinkan penyesuaian kecepatan dan pemberhentian sewaktu-waktu.

  • Jika menggunakan transportasi umum, pilih armada yang terpercaya dan hindari jam terlalu larut malam.

  • Pastikan akses masuk dan keluar kendaraan mudah, terutama bagi lansia dengan keterbatasan mobilitas.

3. Dampingi Selalu di Perjalanan

“Pulang dari acara, lansia jangan dibiarkan sendiri. Selalu ada anggota keluarga atau caregiver yang mendampingi,” kata dr. Dewi Inong Irana, SpKK(K), Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, dalam wawancara Tempo (2021). 

Pendamping bisa membantu jika terjadi keluhan mendadak seperti pusing, sesak, atau nyeri dada.

4. Hindari Keramaian dan Risiko Jatuh

Setelah acara selesai, kondisi biasanya ramai dan terburu-buru. Arahkan lansia keluar dari keramaian dengan perlahan. Gunakan pegangan tangan atau alat bantu jalan jika diperlukan. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI (2023), jatuh di area publik menjadi salah satu penyebab utama cedera pada lansia.

5. Atur Rute Pulang dan Waktu yang Tepat

Hindari pulang terlalu malam karena penerangan dan keamanan jalan mungkin kurang memadai. Jika memungkinkan, pilih rute yang lebih singkat dan aman. Untuk acara besar, keluarga bisa menyiapkan jemputan khusus agar lansia tidak perlu menunggu lama.

6. Simpan Kontak Darurat

Selalu siapkan nomor telepon darurat keluarga, tenaga medis, atau rumah sakit terdekat. Teknologi sederhana seperti ponsel dengan tombol besar atau aplikasi darurat bisa membantu lansia merasa lebih aman.

Strategi pulang aman untuk lansia bukan hanya soal transportasi, tapi juga perhatian penuh dari keluarga. Dengan mempersiapkan kondisi fisik, memilih moda transportasi yang nyaman, mendampingi perjalanan, dan memperhatikan waktu pulang, risiko masalah kesehatan maupun keamanan bisa diminimalkan.


 

Geriatri,Lansia Indonesia,geriatri sehat,Menua Bahagia,Kopdar LOL

ARTIKEL LAINNYA

Yoga Adalah Pilihan Olahraga Cerdas yang Bagi Lansia

1 dari 5 Lansia Indonesia Masih Merokok Setiap Hari, Ini Bahayanya!

Ini Manfaat bagi Si Pendonor

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026