
Bagi para lansia, menghadiri acara besar seperti reuni keluarga, hajatan, atau pertemuan komunitas bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal emosi. Kehadiran keluarga bukan sekadar menemani, melainkan juga memberikan rasa aman, dihargai, dan disayangi.
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Ratih Ibrahim, banyak lansia merasa kesepian meski dikelilingi orang banyak. “Dukungan emosional keluarga bisa menjadi benteng penting agar mereka merasa tetap berharga dan dicintai,” ujarnya, dalam wawancara dengan Kompas Lifestyle (2022)
Mengurangi stres dan kecemasan
Keramaian bisa membuat lansia bingung atau lelah. Sentuhan tangan atau senyuman keluarga bisa meredakan ketegangan.
Meningkatkan rasa percaya diri
Dengan ditemani keluarga, lansia lebih berani berinteraksi, tidak takut salah bicara atau dianggap merepotkan.
Mencegah perasaan terisolasi
Dukungan emosional mencegah munculnya rasa “sendirian di tengah keramaian,” yang kerap memicu depresi ringan pada lansia.
Temani secara fisik: Duduk bersama, ajak ngobrol ringan, atau sekadar menggandeng tangan.
Berikan validasi perasaan: Dengarkan cerita masa lalu, jangan meremehkan keluhan mereka.
Libatkan dalam kegiatan: Ajak lansia ikut foto bersama, bernyanyi, atau sekadar memilih makanan.
Jaga komunikasi hangat: Sering mengucapkan kata sederhana seperti “Ibu sehat ya?” atau “Senang bisa bersama Bapak di sini.”
Menurut data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN, 2023), lansia yang mendapat dukungan emosional keluarga lebih jarang mengalami gejala depresi dan memiliki kualitas hidup lebih baik. Kehadiran keluarga adalah obat terbaik bagi lansia.
Dukungan emosional sederhana dapat membuat mereka merasa bahagia, tenang, dan lebih menikmati momen kebersamaan. Karena pada akhirnya, yang paling diingat bukan kemewahan acara, melainkan kehangatan orang terdekat.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri