
Suasana reuni atau acara keluarga begitu hidup — penuh tawa, cerita, dan juga sentuhan hangat. Di balik kebiasaan sederhana seperti jabat tangan atau pelukan, tersimpan manfaat luar biasa untuk lansia—membantu mereka merasa dihargai, bahagia, dan diterima.
Sentuhan dan jabat tangan memiliki efek yang positif terhadap lansia. Diantaranya adalah
Mengurangi stres dan kecemasan
Pelukan atau sentuhan lembut diketahui dapat menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan hormon oksitosin—dikenal sebagai "hormon cinta"—yang membuat perasaan lebih tenang dan koneksi batin terasa kuat.
Membangkitkan rasa aman dan percaya diri
Menurut artikel dari RS Medika BSD, sentuhan fisik seperti pelukan dapat mendorong rasa percaya diri dan perasaan aman. Lansia yang merasa diterima secara emosional cenderung lebih percaya diri dalam menjalani hari-hari mereka.
Memperkuat hubungan interpersonal
Sentuhan juga menjadi bahasa non-verbal yang mempererat hubungan. Jabat tangan hangat atau pelukan sederhana bisa memperkuat ikatan batin, membuat lansia merasa tidak sendirian di tengah keramaian.
Sentuhan sederhana—seperti pelukan hangat atau jabat tangan penuh arti—adalah bahasa kasih yang universal. Bagi lansia, kehangatan ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga kekuatan batin untuk menghadapi hari. Sejauh apapun jarak atau usia, sedikit sentuhan bisa membuat dunia lebih ringan bagi mereka.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri