Cara Berjalan Aman di Area Ramai Bagi Lansia


Lansia juga perlu mengenali faktor risiko jatuh seperti otot melemah, penglihatan kabur, obat, dan lingkungan. Penurunan kekuatan otot, gangguan penglihatan seperti katarak, efek samping obat itu semua menambah risiko jatuh

2025-09-16T10:00

Jatuh adalah risiko serius—dan sering terjadi pada lansia. Tempat-tempat pertemuan dan keramaian, umumnya menjadi tempat yang memberikan risiko cukup besar pada lansia mengalami jatuh. Di Indonesia, prevalensi lansia yang mengalami jatuh dalam setahun mencapai hampir 28,8 %. 

Jatuh sering mengakibatkan cedera serius seperti patah tulang, trauma kepala, dan penurunan kualitas hidup. Lantas bagaimana lansia bisa menghindarinya? Menurut Kementerian Kesehatan RI dan WHO beberapa jenis latihan bisa mengurangi risiko jatuh pada lansia, khususnya pada acara-acara keramaian.

Latihan kekuatan otot, fleksibilitas, dan keseimbangan secara rutin terbukti mengurangi risiko jatuh hingga 21 %. Di Indonesia, program seperti Ligabel (Lansia Jaga Balance) di Pos Lansia Jebres, Solo, berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia akan pentingnya latihan keseimbangan—dengan peningkatan pemahaman dari 37 % menjadi 79% setelah pelatihan.

Lansia juga perlu mengenali faktor risiko jatuh seperti otot melemah, penglihatan kabur, obat, dan lingkungan. Penurunan kekuatan otot, gangguan penglihatan seperti katarak, efek samping obat (pusing/antihistamin), serta lingkungan licin atau gelap—semua menambah risiko jatuh. Karenanya, penataan lingkungan dengan baik, khususnya di area pertemuan besar bagi lansia, menjadi penting.

Tips Praktis: Aman di Keramaian

  1. Latihan sebelum acara
    Lakukan latihan keseimbangan seperti jalan di tempat, berdiri satu kaki, atau tai chi. Ini membantu otot inti dan keseimbangan.

  2. Gunakan alas kaki anti-selip
    Pilih sepatu nyaman dengan sol yang bagus untuk menghindari terpeleset di permukaan polos.

  3. Bawa alat bantu jika perlu
    Seperti tongkat atau walker yang sesuai kondisi — berguna saat area ramai atau lantai berpola licin.

  4. Jaga pandangan dan hindari melihat jauh ke samping
    Fokus pandangan ke depan untuk mengantisipasi hambatan atau perubahan permukaan.

  5. Ambil langkah kecil dan landai
    Hindari langkah panjang yang bisa menyebabkan kehilangan keseimbangan.

  6. Pastikan pencahayaan memadai dan hindari area padat yang sempit
    Area ramai seperti lorong gelap atau kerumunan bisa membingungkan dan meningkatkan risiko tersandung.

  7. Beristirahat saat merasa lelah
    Jika lelah, berhenti sejenak, duduk, atau minta bantuan pendamping agar tetap aman.

  8. Edukasi dan peran keluarga penting
    Kader kesehatan dan keluarga perlu memahami risiko jatuh dan mempraktikkan tindakan pencegahan—seperti yang digaungkan dalam program DEPEPE (Deteksi, Pemeriksaan, Penyuluhan) di DIY.

Dengan latihan fisik yang teratur, pilihan lingkungan dan perlengkapan yang tepat, serta strategi berjalan yang bijak, hingga edukasi keluarga—lansia bisa tetap aktif dan aman di tengah keramaian. Pencegahan jatuh bukan hanya soal menghindari risiko—tapi memberi mereka kebebasan bergerak dan menjaga kualitas hidup. Dengan kesiapan kecil ini, acara besar bisa jadi pelipur lara, bukan momok kecemasan.

Geriatri,Lansia Indonesia,Menua Bahagia,Geriatri Sehat,Risiko Jatuh

ARTIKEL LAINNYA

Biasakan Pola Hidup Sehat, Yuk

Sering Limbung? Ini 3 Latihan Sederhana untuk Melatih Keseimbangan Lansia

Orangtua dan Anak Berbagi “Zona Kendali”

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026