
Geriatri.id - Pernahkah Anda berpikir bahwa hanya dalam tiga hari mengonsumsi makanan tinggi lemak bisa berdampak buruk pada otak? Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan.
Pola makan yang kaya lemak jenuh dapat menyebabkan gangguan memori dan peradangan otak, terutama pada individu lebih tua.
Dampak Cepat Pola Makan Tidak Sehat
Para peneliti dari The Ohio State University menguji efek konsumsi makanan tinggi lemak pada kelompok tikus muda dan tua selama tiga hari dan tiga bulan.
Seperti diduga, pola makan tinggi lemak dalam jangka panjang menyebabkan gangguan metabolisme, peradangan usus, dan perubahan drastis pada mikrobiota usus.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Namun yang mengejutkan, hanya dalam tiga hari saja, tikus tua mengalami gangguan memori dan perubahan inflamasi di otak -meskipun belum ada perubahan signifikan pada metabolisme atau sistem pencernaan mereka.
Peradangan Otak, Bukan Sekadar Obesitas
Penelitian ini menyoroti dampak buruk makanan berlemak pada otak lansia bukan hanya akibat obesitas.
Sebelumnya, banyak studi mengaitkan pola makan tinggi lemak dengan obesitas dan dampaknya terhadap otak.
Namun studi terbaru ini menunjukkan, bahkan sebelum obesitas berkembang, peradangan otak sudah terjadi.
"Obesitas dan pola makan tidak sehat memang berkaitan, tetapi tidak selalu terjadi bersamaan. Kami ingin melihat dampak langsung pola makan pada otak, dan dalam tiga hari saja, sebelum obesitas berkembang, perubahan neuroinflamasi besar sudah terjadi," ujar Ruth Barrientos, penulis utama studi ini dikutip dari Science Daily.
Makanan Cepat Saji dan Gangguan Memori
Dalam penelitian ini, makanan tinggi lemak yang diberikan kepada tikus mengandung 60% kalori dari lemak - setara dengan beberapa menu makanan cepat saji, seperti burger keju berukuran besar.
Peneliti kemudian menguji dua jenis memori yang sering terganggu pada lansia dengan demensia:
- Memori kontekstual yang dikendalikan hippocampus (bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori).
- Memori ketakutan terarah, yang dikendalikan amigdala (bagian otak yang berperan dalam respons terhadap bahaya).
Hasilnya? Tikus tua yang mengonsumsi makanan tinggi lemak mengalami gangguan pada kedua jenis memori ini hanya dalam tiga hari.
Dan yang lebih mengkhawatirkan, gangguan ini terus berlanjut setelah tiga bulan.
Perubahan Inflamasi di Otak, Biang Keladi Gangguan Memori
Studi ini juga menunjukkan, setelah tiga hari mengonsumsi makanan tinggi lemak, kadar sitokin di otak tikus lansia meningkat drastis.
Sitokin adalah indikator inflamasi yang, ketika tidak terkendali, bisa mengganggu fungsi belajar dan memori.
Meskipun perubahan metabolisme dan mikrobiota usus terjadi pada semua tikus setelah tiga bulan, hanya tikus lansia yang mengalami gangguan memori serius.
"Pola makan tinggi lemak menyebabkan perubahan terkait obesitas pada tikus muda dan tua, tetapi tikus muda tampaknya lebih mampu mengaktifkan respons antiinflamasi sebagai kompensasi, yang tidak dimiliki oleh tikus tua," kata Barrientos.
Studi ini memberikan wawasan penting bahwa pola makan tinggi lemak tidak hanya berdampak pada berat badan dan kesehatan metabolisme, tetapi juga bisa langsung memengaruhi otak, terutama pada lansia.
Peradangan otak yang terjadi dalam waktu singkat bisa berkontribusi pada gangguan kognitif dan mempercepat risiko demensia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Jadi, sebelum Anda memilih makanan berlemak tinggi, ingatlah dampaknya tidak hanya pada tubuh, tetapi juga di otak.
Mengadopsi pola makan sehat bukan hanya tentang menjaga berat badan, tetapi juga melindungi fungsi kognitif di masa tua.***
*Ilustrasi - Makanan kaya lemak jenuh.(Pixabay)
Video Lansia Online
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri