Hari Perempuan Sedunia: Perjalanan Panjang Menuju Kesetaraan


Berita Lansia - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak perempuan dalam mencapai kesetaraan, keadilan, dan hak pekerja. 

2025-03-08 22:55:10

Geriatri.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak perempuan dalam mencapai kesetaraan, keadilan, dan hak pekerja. 

Tahun ini PBB merilis tema resmi Hari Perempuan Internasional, yaitu "For ALL women and girls: Rights, Equality, Empowerment" atau "Untuk SEMUA perempuan dan anak perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan".

Perayaan ini bukan sekadar simbolis, melainkan hasil dari gerakan sosial yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

Sejarah Hari Perempuan Sedunia

Perjalanan panjang Hari Perempuan Sedunia berakar pada awal abad ke-20.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Ketika itu kelompok perempuan dari berbagai negara mulai menuntut kondisi kerja lebih baik, hak memilih dalam pemilu, serta perlakuan lebih adil di lingkungan sosial dan ekonomi. 

Dari gerakan yang awalnya bersifat nasional, kini perayaan ini telah diakui secara global.

Gelombang I (1830-1900an): Awal Perjuangan

1909 - Amerika Serikat merayakan Hari Perempuan Nasional pertama pada 28 Februari. 

Ini sebagai respons terhadap protes ribuan buruh perempuan yang menuntut kondisi kerja lebih layak setelah kejadian pada tahun 1908.

1910 - Organisasi sosialis internasional mengadakan konferensi di Kopenhagen, Denmark. 

Konferensi ini menetapkan Hari Perempuan sebagai hari perjuangan bersama. 

Keputusan ini didukung lebih dari 100 perempuan dari 17 negara.

1911 - Demonstrasi besar-besaran di Eropa menuntut hak pilih serta mengakhiri diskriminasi gender di tempat kerja.

1913-1914 - Hari Perempuan Internasional mulai diperingati secara luas, terutama oleh aktivis perempuan di tengah Perang Dunia I.

1928 - Perempuan Indonesia mulai memperjuangkan hak-hak mereka dalam Kongres Perempuan Indonesia pada 22-25 Desember.

Gelombang II (1960-1980an): Pengakuan Global


1960 - Gerakan hak-hak sipil semakin berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk tuntutan kesetaraan perempuan di Amerika-Afrika, Meksiko, dan Asia-Amerika.

1964-1973 - Gelombang feminisme semakin kuat di Amerika Serikat dan Eropa, beriringan dengan protes besar terhadap Perang Vietnam.

1975 - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret, yang kemudian ditetapkan sebagai hari perayaan resmi di berbagai negara.

Lebih dari Sekadar Perayaan

Seiring berjalannya waktu, Hari Perempuan Sedunia bukan hanya menjadi momen peringatan, tetapi juga refleksi dan aksi nyata dalam memperjuangkan kesetaraan gender. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Setiap tahunnya, berbagai organisasi, pemerintah, dan aktivis mengadakan kampanye, diskusi, serta program-program yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan hak-hak perempuan.

Hari Perempuan Sedunia mengingatkan bahwa perjuangan untuk kesetaraan masih berlangsung. 

Dengan semangat solidaritas dan aksi nyata, kita semua dapat berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan setara bagi semua.

*Ilustrasi -  Hari Perempuan Sedunia.(Geriatri)

Video Lansia Online


ARTIKEL LAINNYA

"Tim Transportasi" Darah yang Wajib Kita Jaga Keseimbangannya

Pentingnya Dukungan Emosional bagi Lansia yang Sakit Berat

Tips Latihan Treadmill Bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026