
Geriatri.id - Orang lanjut usia (lansia) rentan mengalami kesepian akibat berbagai perubahan dalam lingkungan dan keterbatasan gerak. Kehilangan pasangan hidup, anak yang telah dewasa dan tidak lagi tinggal di rumah serta kehilangan tetangga karena meninggal atau pindah menjadi faktor utama pemicu perasaan sepi pada lansia.
Menurut Dewan Pembina Yayasan Kesehatan Mental Indonesia, Dra. Nella Safitri, Psi., ada beberapa cara yang dapat dilakukan lansia untuk mengatasi kesepian.
Nella menekankan pentingnya keterbukaan, aktivitas, serta kehidupan sosial yang sehat bagi lansia.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Terbuka kepada Anak
Salah satu langkah awal mengatasi kesepian adalah dengan bersikap terbuka kepada anak.
Lansia perlu menyampaikan perasaan mereka secara jujur agar keluarga dapat memahami dan memberikan dukungan emosional.
"Apa yang dirasakan, ya, kasih tahu. Anak-anak enggak otomatis tahu apa yang kita rasakan. Keterbukaan komunikasi dengan anak atau lingkungan yang bisa dipercaya dan mau mendengarkan," ujar Nella dikutip dari YouTube Geriatri TV.
Mengembangkan Hobi
Bagi lansia yang sudah tidak bekerja, mengembangkan hobi menjadi cara efektif untuk mengisi waktu dan merangsang aktivitas otak dan tangan.
"Mungkin ada yang hobinya bikin rajutan, boleh dikembangkan lagi. Kalau hobi menggambar ya udah lanjutkan lagi. Yang penting, otak dan tangan terus dirangsang," tambahnya.
Tetap Aktif di Rumah
Menjaga aktivitas fisik sehari-hari, seperti merapikan rumah atau melakukan kegiatan ringan lainnya, dapat membantu lansia tetap aktif dan mengurangi risiko demensia.
"Tetap aktif di rumah itu dapat mengurangi risiko terkena demensia, banyak penelitiannya tentang itu," jelas Nella.
Menjalani Gaya Hidup Sehat
Menjaga pola makan dan melakukan latihan fisik, terutama latihan keseimbangan, sangat penting bagi lansia untuk mencegah risiko cedera akibat keterbatasan gerak.
"Karena yang sudah 70 tahun ke atas baiknya memang ada latihan-latihan keseimbangan. Keterbatasan gerakan kalau tidak dilatih itu bisa bahaya terhadap keseimbangan. Kalau tubuh tidak seimbang dan hanya bisa diam di tempat tidur, maka rasa kesepiannya akan lebih parah lagi."
Menjaga Koneksi Spiritual
Selain menjaga kesehatan fisik dan mental, kehidupan spiritual juga berperan penting dalam mengatasi kesepian.
Menurut Nella, berdoa dapat memberikan ketenangan dan perasaan bahwa seseorang tidak pernah benar-benar sendiri.
"Karena Tuhan bisa membolak-balikkan hati, mungkin sekarang merasa kesepian nantinya tidak lagi merasa sepi karena kita tahu bahwa ada Tuhan yang selalu dekat dengan kita."
Kesepian dan Hubungan Sosial
Nella menambahkan kesepian tidak selalu berkaitan dengan jumlah orang di sekitar seseorang.
Hubungan sosial yang terbatas bukan berarti seseorang otomatis merasa kesepian, begitu juga sebaliknya.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
"Kesepian itu adalah kebutuhan connect yang tidak terpenuhi. Jadi, kalau kebutuhan itu terpenuhi oleh sekian banyak orang, dia tidak akan merasa kesepian. Tapi kalau sekelilingnya banyak orang tetapi tidak memenuhi kebutuhan tersebut, ya, akan merasa kesepian."
Dengan menerapkan berbagai langkah di atas, lansia dapat menjaga kesehatan mental dan emosional, serta mengurangi risiko kesepian yang berpotensi berdampak pada kesejahteraan hidup mereka.***
*Ilustrasi - Cara mengatasi kesepian pada lansia.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri