
Geriatri.id - Jalan kaki bukan hanya cara sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga solusi efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
Sejumlah penelitian menunjukkan, kebiasaan ini dapat menjadi alternatif alami dalam mengatasi insomnia.
Riset: Jalan Kaki Tingkatkan Kualitas Tidur
Sebuah penelitian terbaru menemukan, semakin sering berjalan kaki, semakin baik kualitas dan durasi tidurnya.
Dalam studi terhadap 490 orang dewasa, partisipan menjalani program jalan kaki selama empat minggu dengan target 10.000 langkah setiap hari.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Hasilnya, seluruh peserta mengalami peningkatan kualitas tidur.
Menariknya, mereka yang sebelumnya jarang berolahraga mendapatkan manfaat tambahan, seperti waktu lebih cepat untuk tertidur dan tidur lebih lama.
Para ahli menduga, jalan kaki memengaruhi tidur dengan cara menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, serta melepaskan hormon pertumbuhan dan faktor neurotropik (BDNF) yang berperan dalam meningkatkan kualitas tidur.
Manfaat Jalan Kaki untuk Tidur Nyenyak
Menurut Verywell Health, manfaat jalan kaki yang berdampak langsung pada kualitas tidur meliputi:
- Mengurangi kelelahan keesokan harinya
- Mengurangi frekuensi terbangun di malam hari
- Mengatasi gejala depresi
- Meningkatkan efisiensi dan kualitas tidur
- Mengurangi tingkat stres
Tidak ada jumlah langkah pasti untuk mendapatkan manfaat tidur lebih baik, tetapi meningkatkan jumlah langkah harian sangat dianjurkan.
Target standar 10.000 langkah sehari memang direkomendasikan, namun penelitian menunjukkan, bahkan berjalan 8.000 langkah dapat mengurangi risiko kematian sebesar 50% dibanding hanya berjalan 4.000 langkah.
Angka ini meningkat hingga 65% pada mereka yang mencapai 12.000 langkah sehari.
Menariknya, tidur juga lebih berkualitas pada hari-hari ketika seseorang berjalan lebih banyak dibandingkan biasanya. Dengan kata lain, semakin aktif, semakin nyenyak tidur.
Tidak ada waktu terbaik untuk berjalan kaki guna meningkatkan tidur. Setiap individu memiliki preferensinya sendiri.
Meski banyak mitos menyebutkan olahraga malam dapat mengganggu tidur, survei dari National Sleep Foundation terhadap 1.000 orang dewasa menunjukkan, olahraga malam tidak berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Namun, bagi sebagian orang, berolahraga dua jam sebelum tidur—terutama dengan intensitas tinggi—dapat mengganggu tidur akibat peningkatan suhu tubuh dan adrenalin.
Karena itu, penting untuk mendengarkan tubuh dan menyesuaikan jadwal olahraga sesuai dengan kenyamanan masing-masing.***
*Ilustrasi - Jalan kaki meningkatkan kualitas tidur.(Pixabay)
Video Lansia Online
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri