
Geriatri.id - Kabar baik bagi masyarakat Indonesia! Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimulai sejak 10 Februari 2025. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia).
Sebagai langkah preventif, program ini menawarkan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, khususnya untuk mendeteksi risiko stroke, penyakit jantung, dan kanker.
Pemerintah berharap, melalui deteksi dini, beban penyakit yang bisa dicegah dapat diminimalisir.
Deteksi dini untuk kesehatan yang lebih baik
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, mengatakan program ini tidak hanya untuk masyarakat yang sakit saja, tetapi juga bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya lebih awal.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
“Jangan tunggu sampai merasa sakit, datanglah dan periksakan kesehatan. Program ini tidak hanya untuk yang sakit, tetapi untuk semua kalangan agar dapat menjaga kesehatan sejak dini,” ujar Endang, dikutip dari Sehat Negeriku.
Waspadai risiko penyakit mematikan
Sebagai bagian dari kampanye kesehatan nasional, program CKG menyoroti tiga penyakit utama yang sering menyerang lansia: stroke, penyakit jantung, dan kanker.
Masyarakat diimbau untuk memahami faktor risiko dari masing-masing penyakit ini agar bisa melakukan pencegahan sejak dini.
Stroke
Stroke merupakan salah satu penyebab kematian pada lansia. Faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan adalah tekanan darah tinggi, obesitas, gaya hidup tidak aktif, serta kebiasaan merokok.
Sementara, faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti usia dan riwayat keluarga.
Lansia dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami stroke, terutama di usia muda, cenderung lebih berisiko.
Cek pemeriksaan kesehatan gratis dapat membantu mendeteksi faktor risiko stroke lebih awal.
Penyakit jantung
Selain stroke, penyebab kematian pada lansia lainnya adalah penyakit jantung.
Beberapa faktor risiko penyakit jantung meliputi tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, diabetes, obesitas dan kebiasaan merokok.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tekanan darah tinggi atau sering disebut "silent killer" dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
Karena itu penting memeriksakan kesehatan jantung secara rutin.
Kanker
Kanker juga menjadi ancaman bagi lansia. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas dan paparan zat kimia atau radiasi dapat meningkatkan risiko kanker.
Menurut Cancer.gov, faktor usia dan riwayat keluarga berperan besar dalam meningkatkan risiko kanker.
Lansia yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker tertentu seperti kanker payudara, usus besar, atau paru-paru lebih rentan mengalaminya.
Deteksi dini sangat penting, karena semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan.
Manfaatkan Program CKG untuk kesehatan yang lebih baik
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Melalui program CKG, masyarakat, terutama lansia, mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Dengan deteksi dini, risiko komplikasi serius di masa mendatang dapat dicegah.
Cek kesehatan sekarang, cegah penyakit sebelum terlambat!***
*Ilustrasi - Cek tekanan darah.(Pexels)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri