Kesepian Lansia, Ancaman Tersembunyi Bagi Kesehatan Mental dan Fisik


Berita Lansia - Sama seperti kelompok umur lainnya, lansia juga bisa mengalami kesepian mendalam, terisolasi dari lingkungan sosial, dan merindukan kehangatan interaksi dengan orang lain. 

2025-02-22 00:33:52

Geriatri.id - Sama seperti kelompok umur lainnya, lansia juga bisa mengalami kesepian mendalam, terisolasi dari lingkungan sosial, dan merindukan kehangatan interaksi dengan orang lain. 

Fenomena ini tak bisa dianggap sepele, karena berisiko mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik mereka.

Dalam sebuah podcast Kementerian Kesehatan RI, dr. Arundhati Nugrahaning Aji, Sp.KJ Subsp.Ger(K), seorang dokter spesialis kesehatan jiwa, menjelaskan di Indonesia, lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Namun, kesepian pada lansia bukan sekadar masalah emosional.

Isolasi sosial berkepanjangan dapat memicu stres kronis, yang berdampak pada kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, hingga meningkatkan risiko demensia.

Kesepian di tengah keramaian

Menurut dr. Arun, penyebab kesepian pada lansia bisa berasal dari berbagai faktor, seperti pensiun.

Pensiun membuat seseorang kehilangan lingkungan sosialnya, perubahan kondisi finansial, hingga penurunan mobilitas fisik yang menghambat interaksi dengan orang lain.

Menariknya, kesepian tidak selalu dialami mereka yang tinggal sendiri. 

Lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga masih bisa merasa kesepian, terutama jika tidak ada keterikatan emosional kuat dengan anggota keluarga. 

Mereka mungkin dikelilingi anak dan cucu, tetapi tetap merasa terasing jika kurang mendapatkan perhatian dan ruang untuk berbagi cerita.

"Kesepian yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi depresi, gangguan kecemasan, bahkan gangguan tidur. Lebih jauh lagi, kondisi ini bisa menjadi pintu masuk bagi gangguan kognitif seperti demensia," ujar dr. Arun.

Meningkatkan Kepedulian terhadap Lansia


Untuk mengatasi masalah ini, kesadaran keluarga dan masyarakat dalam mendampingi lansia perlu ditingkatkan. 

Anak dan anggota keluarga diharapkan lebih peka terhadap kebutuhan sosial dan emosional orang tua mereka.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

- Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka

- Melibatkan mereka dalam aktivitas keluarga

- Membantu mereka tetap terhubung dengan teman dan komunitas

- Memberikan peran yang berarti dalam kehidupan sehari-hari

Jangan hanya melihat lansia dari luar dan menganggap mereka baik-baik saja. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Bisa jadi, di balik senyum mereka tersimpan kesepian yang mendalam. 
Mari bersama-sama menciptakan lingkungan lebih inklusif, di mana lansia tetap merasa dihargai, didengar, dan terhubung dengan dunia luar.

Ingat, peduli hari ini, bahagia bersama esok hari.***

*Ilustrasi - Dampak kesepian pada lansia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

Makanan Kaya Kalsium yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Memahami Hipertensi (10): Panduan dalam Menghadapi Kegawatan Hipertensi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026