Kasus Kanker Paru di Kalangan Non-Perokok Meningkat, Ini Penyebabnya


Berita Lansia - Kanker paru menjadi penyebab hampir 2 juta kematian setiap tahunnya. Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan signifikan kasus kanker paru di kalangan orang yang tidak pernah merokok. 

2025-02-17 23:49:45

Geriatri.id - Kanker paru menjadi penyebab hampir 2 juta kematian setiap tahunnya. Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan signifikan kasus kanker paru di kalangan orang yang tidak pernah merokok. 

Fenomena ini dikaitkan dengan meningkatnya tingkat polusi udara yang berdampak buruk pada kesehatan.

Polusi udara dan kanker paru

Tim peneliti internasional menemukan wilayah paling terdampak tren ini adalah Asia Timur, terutama Cina. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Studi yang dipublikasikan di The Lancet Respiratory Medicine menekankan pemahaman komprehensif terhadap pola epidemiologi dan faktor risiko sangat penting.

Dengan menganalisis data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 serta registrasi kasus kanker dari 1988 hingga 2017, para peneliti menemukan adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru paling umum. 

Jenis ini menyumbang 45,6 persen dari kasus kanker paru pada pria dan 59,7 persen pada wanita.

Meskipun adenokarsinoma dapat dipicu kebiasaan merokok, penelitian menunjukkan jenis ini paling sering ditemukan pada non-perokok. 

Dengan menurunnya jumlah perokok di banyak negara, proporsi kanker paru pada orang yang tidak pernah merokok justru meningkat. 

Hal ini membuat kanker paru pada non-perokok kini menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima di dunia.

Peran polusi udara dalam lonjakan kanker paru

Beberapa penelitian sebelumnya telah menghubungkan adenokarsinoma dengan polusi udara. 


Asia Timur, terutama Cina, memiliki tingkat polusi udara tinggi, yang diduga kuat berkontribusi terhadap lonjakan kasus kanker paru di populasi non-perokok.

Menurut para peneliti, dengan menurunnya satu faktor risiko—yakni kebiasaan merokok—faktor lain seperti polusi udara justru semakin meningkat. 

Berbeda dengan merokok yang merupakan gaya hidup individu, polusi udara merupakan masalah lingkungan global sehingga memerlukan solusi bersama.

Para ilmuwan menekankan pentingnya pengumpulan dan analisis data berkelanjutan untuk memahami perkembangan kanker paru dan langkah pencegahannya. 

Strategi pengendalian tembakau tetap perlu diperkuat, tetapi perhatian terhadap kualitas udara juga harus menjadi prioritas utama.

“Temuan kami memberi wawasan bagi mereka yang ingin mengembangkan dan menerapkan strategi pengendalian tembakau serta polusi udara, terutama populasi dengan tingkat insiden kanker paru tinggi atau risiko kanker yang terus meningkat dari generasi ke generasi,” kata para peneliti.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Dengan meningkatnya kesadaran akan dampak polusi udara, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama menciptakan lingkungan lebih sehat dan mencegah peningkatan kasus kanker paru di masa depan.***

*Ilustrasi - Polusi udara dikaitkan dengan kasus kanker paru di kalangan orang yang tidak pernah merokok.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

"Tim Transportasi" Darah yang Wajib Kita Jaga Keseimbangannya

Pentingnya Dukungan Emosional bagi Lansia yang Sakit Berat

Tips Latihan Treadmill Bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026