3 Faktor Penyebab Makanan di Pesawat Terasa Kurang Lezat


Berita Lansia - Mungkin ada penumpang yang menganggap makanan di dalam pesawat kurang lezat.

2025-02-15 23:50:11

Geriatri.id - Mungkin ada penumpang yang menganggap makanan di dalam pesawat kurang lezat. Apakah karena makanan yang disajikan telah diproses sebelumnya, dipanaskan ulang, dan dihidangkan dalam wadah kertas dengan peralatan makan plastik? 

Ada alasan ilmiah di balik cita rasa makanan di pesawat. Menurut Robert Pellegrino, peneliti dari Monell Chemical Senses Center, pengalaman makan tidak hanya bergantung pada lidah tetapi juga melibatkan indera lainnya seperti penciuman, penglihatan, dan tekstur makanan. 

Saat berada di dalam pesawat, beberapa faktor lingkungan tertentu dapat mengubah cara orang merasakan makanan. 

Berikut tiga faktor utama yang berperan dalam perubahan cita rasa makanan di pesawat:

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

1. Tekanan Udara lebih rendah

Kabin pesawat memiliki tekanan udara lebih rendah dibandingkan dengan di darat.

Hal ini memengaruhi cara orang mencium aroma makanan, yang sangat berpengaruh terhadap bagaimana mereka menikmati rasanya. 

Udara yang lebih kering di dalam pesawat juga menyebabkan hidung menjadi kurang sensitif terhadap aroma, sehingga makanan terasa lebih hambar.

2. Udara kering

Udara di dalam pesawat memiliki tingkat kelembaban yang sangat rendah, sering kali di bawah 20%. 

Kondisi ini membuat mulut dan hidung lebih kering, sehingga kemampuan menangkap rasa makanan menjadi berkurang. 

Akibatnya, rasa asin dan manis dalam makanan terasa lebih lemah dibandingkan saat berada di darat.

3. Kebisingan di dalam kabin


Suara mesin pesawat yang terus-menerus berdengung memengaruhi persepsi rasa. 

Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan kebisingan yang tinggi dapat mengurangi rasa manis pada makanan, tetapi justru meningkatkan rasa umami. 

Hal ini disebabkan pengaruh suara keras terhadap saraf chorda tympani, yang berperan dalam mendeteksi rasa.

Maskapai beradaptasi dengan menu khusus

Untuk mengatasi gangguan pada indera perasa ini, beberapa maskapai telah mengembangkan menu khusus yang lebih sesuai untuk dikonsumsi di udara. 

Misalnya, Alaska Airlines bekerja sama dengan Stumptown Coffee Roasters dan Fremont Brewing menciptakan kopi yang tetap terasa nikmat di dalam pesawat.

Selain itu, maskapai mulai menyesuaikan komposisi makanan mereka agar tetap lezat meskipun terjadi perubahan pada indera perasa. 

Makanan di pesawat umumnya dibuat lebih berbumbu atau lebih asin agar tetap terasa enak meskipun ada faktor lingkungan yang mengubah cita rasanya.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Jadi, jika Anda merasa makanan di pesawat kurang sedap, itu bukan hanya soal kualitas makanan, tetapi juga kondisi di dalam kabin.***

*Ilustrasi - Cita rasa makanan di dalam epsawat.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

"Tim Transportasi" Darah yang Wajib Kita Jaga Keseimbangannya

Pentingnya Dukungan Emosional bagi Lansia yang Sakit Berat

Tips Latihan Treadmill Bagi Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026