Mengenal Metode Periodic Cooking, Rahasia Ilmiah di Balik Telur Rebus Sempurna


Berita Lansia - Para ilmuwan telah menemukan metode terbaik untuk merebus telur dengan hasil optimal.

2025-02-11 22:18:21

Geriatri.id - Telur rebus adalah salah satu sumber protein andalan bagi masyarakat Indonesia. Namun, mendapatkan telur rebus dengan tekstur sempurna (kuning telur creamy dan putih telur padat) sering kali menjadi tantangan. 

Kini, para ilmuwan telah menemukan metode terbaik untuk merebus telur dengan hasil optimal.

Ilmu di balik telur rebus

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Communications Engineering pada 6 Februari 2025, para ilmuwan menemukan, tantangan terbesar dalam merebus telur terletak pada perbedaan suhu pematangan antara putih dan kuning telur. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Merebus terlalu lama membuat kuning telur keras, sementara suhu rendah bisa menghasilkan putih telur tidak matang sempurna.

Setelah bereksperimen dengan ratusan telur dan menggunakan rumus matematika untuk memahami perpindahan panas, para ilmuwan menemukan metode yang disebut Periodic Cooking. 

Teknik ini melibatkan perpindahan telur dalam keranjang kukus antara dua mangkuk air dengan suhu berbeda (satu mendidih dan satu lagi suam-suam kuku pada 30 derajat Celcius) setiap dua menit selama 32 menit. 

Setelah itu, telur didinginkan di bawah air mengalir sebelum dikupas.

"Metode ini memungkinkan putih telur matang sempurna, sementara kuning telurnya tetap lembut dan bisa dioleskan seperti mentega," ujar Emilia Di Lorenzo dari University of Naples Federico II, salah satu penulis studi ini.

Apakah teknik ini layak dicoba?

Meski membutuhkan waktu lebih lama dibanding metode rebus biasa, teknik ini menghasilkan perpaduan tekstur yang lebih baik. 

Joanne Slavin, ahli ilmu pangan dari University of Minnesota, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan metode ini bisa menjadi revolusi dalam cara memasak telur.

"Ini memang lebih lambat, tapi hasilnya sepadan," katanya.

Jenis telur dan manfaatnya


Sebagai sumber protein utama, setiap jenis telur memiliki kandungan nutrisi berbeda:

1. Telur ayam kampung

Mengandung vitamin A, E, omega-3, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan mata dan jantung.

2. Telur bebek

Kaya akan lemak, vitamin, dan omega-3 yang baik untuk tumbuh kembang anak.

3. Telur puyuh

Tinggi zat besi dan folat, membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan mata.

4. Telur omega-3

Mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia 

Dengan banyak manfaat dan inovasi cara memasaknya, telur tetap menjadi pilihan makanan sehat dan bernutrisi. Apakah Anda tertarik mencoba teknik Periodic Cooking?***

*Ilustrasi - Telur ayam rebus.(Pixabay)

Video Senior Pocast


ARTIKEL LAINNYA

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

Memahami Hipertensi (12): Relaksasi Nafas dan Otot serta Pikiran untuk Turunkan Tensi

China hingga Indonesia Berlomba Bangun Sistem Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026