Waspadai, Ancaman Tersembunyi Hipoglikemia pada Lansia


Berita Lansia - Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). 

2025-02-07 22:51:59

Geriatri.id - Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). 

Menurut Aging and Disease, risiko lansia dengan diabetes mengalami hipoglikemia lebih tinggi karena berbagai faktor, termasuk meningkatnya prevalensi penyakit penyerta (komorbiditas), kekurangan gizi, dan penggunaan berbagai jenis obat (polifarmasi).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan, hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa dalam darah berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70 mg/dl. 

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

Kondisi ini paling umum dialami individu dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat oral untuk merangsang produksi insulin. 

Namun, ada sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia pada lansia.

Faktor risiko hipoglikemia pada lansia

1. Perubahan fisiologis

Seiring bertambahnya usia, metabolisme glukosa melemah akibat penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hati. 

Fungsi ginjal yang menurun dapat memperlambat pembuangan obat dari tubuh, sehingga meningkatkan risiko hipoglikemia.

2. Komorbiditas

Lansia dengan penyakit penyerta berisiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia. 

Diabetes merupakan penyebab utama kondisi ini, terutama bagi mereka yang mengonsumsi insulin atau obat yang merangsang sekresi insulin. 

Selain itu, penyakit lain seperti gangguan ginjal, hepatitis berat, anoreksia jangka panjang, malaria, dan sepsis juga dapat memicu hipoglikemia.

3. Kurang makan


Kurangnya asupan makanan, terutama karbohidrat sebagai sumber utama glukosa, dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis. 

Lansia sering mengalami kesulitan makan akibat berbagai faktor, seperti masalah gigi, mulut kering, atau perubahan nafsu makan.

4. Penggunaan obat tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu hipoglikemia. Lansia yang menggunakan obat diabetes tipe 2, seperti sulfonilurea dan insulin, berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. 

Selain itu, beberapa obat non-diabetes seperti Qualaquin (kina), Zymaxid (gatifloksasin), cibenzoline, Pentam (pentamidin), dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti Indocin dan Tivorbex (indometasin) juga dapat memicu hipoglikemia.

Dampak serius hipoglikemia

Hipoglikemia yang tidak segera ditangani dapat berakibat fatal. Kondisi ini bisa menyebabkan lansia mengalami kehilangan kesadaran, koma, hingga kematian. 

Karena itu, penting bagi keluarga untuk mengenali tanda-tanda hipoglikemia dan segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Kesadaran akan faktor risiko dan pencegahan hipoglikemia pada lansia harus terus ditingkatkan. 

Baa: ca Jug14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dengan pemantauan yang baik dan pola hidup sehat, lansia dapat mengurangi risiko mengalami kondisi ini dan tetap menjaga kualitas hidup mereka dengan optimal.***

*Ilustrasi - Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memicu hipoglikemia.(Pixabay)

Video Senior Podcast


 


ARTIKEL LAINNYA

Bahasa Cinta untuk Lansia: Hal Kecil yang Membuat Mereka Bahagia

Memahami Hipertensi (15): Ancaman Sunyi yang Sering Terlambat Disadari

Memahami Hipertensi (14): Ketika Tekanan Darah Tinggi Mengincar Daya Ingat

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026