
Geriatri.id - Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Banyak penelitian mengungkap pola makan sehat dan gaya hidup seimbang menjadi kunci utama panjang umur masyarakat Negeri Sakura.
Meski makanan praktis cukup populer, orang Jepang cenderung menghindari makanan berkalori tinggi dan makanan cepat saji.
Ahli gizi asal Tokyo, Asako Miyashita, membagikan lima jenis makanan khas masyarakat Jepang yang diyakininya berperan besar dalam menjaga kesehatan dan memperpanjang usia.
1. Rumput laut
Rumput laut merupakan sumber mineral penting seperti zat besi, kalsium, folat, dan magnesium.
Baca Juga: Catat! Ini Daftar 144 Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan
Konsumsi rumput laut secara rutin juga dapat meningkatkan asupan serat harian, yang berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes tipe 2.
Selain itu, rumput laut mengandung antioksidan seperti fucoxanthin dan fucoidan yang memiliki sifat anti-inflamasi, anti-penuaan, dan anti-kanker.
Tak heran jika makanan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan sehat masyarakat Jepang.
2. Ikan berlemak
Orang Jepang juga mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon dan tuna yang kaya akan protein dan asam lemak omega-3.
Lemak sehat ini bermanfaat menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar trigliserida, serta meredakan peradangan dalam tubuh.
Menurut Miyashita, menerapkan kebiasaan 'mindful eating' atau makan dengan penuh perhatian dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan kualitas hidup.
3. Lobak daikon
Lobak daikon adalah sayuran akar yang sering digunakan dalam berbagai masakan Jepang.
Kandungan vitamin C-nya yang tinggi mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit seperti flu dan infeksi lainnya.
Satu lobak daikon mengandung 124% asupan vitamin C harian yang direkomendasikan.
Jika sulit menemukan lobak daikon, bisa diganti dengan sayuran akar sehat lainnya seperti wortel, bit, parsnip, atau lobak putih.
4. Sup miso
Miso merupakan pasta fermentasi yang dibuat dari kedelai dan biji-bijian.
Orang Jepang mengonsumsi sup miso secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehari-hari mereka.
Sup miso mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh.
Sebuah penelitian menemukan orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan berbasis kedelai fermentasi, seperti miso, tahu, dan tempe, memiliki risiko kematian 10% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi makanan tersebut.
5. Ubi Jepang
Ubi jalar ungu, atau "imo" dalam bahasa Jepang, sering dikonsumsi sebagai camilan sehat atau makanan penutup.
Makanan ini kaya akan karbohidrat sehat dan mengandung antosianin, sejenis antioksidan yang membantu memperlambat proses penuaan.
Studi juga menunjukkan bahwa ubi jalar dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikan makanan ini salah satu rahasia panjang umur masyarakat Jepang.
Pola makan sehat untuk hidup lebih lama
Rahasia panjang umur masyarakat Jepang tidak hanya terletak pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kebiasaan makan yang mereka terapkan.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Mereka lebih memilih makanan alami, menghindari makanan olahan berlebihan, dan selalu mengutamakan keseimbangan gizi dalam setiap hidangan.
Dengan menerapkan pola makan sehat ala Jepang, kita pun bisa menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kualitas hidup untuk jangka panjang.***
*Ilustrasi - Ikan salmon.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri