
Geriatri.id - Tempe telah menjadi lauk favorit masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, termasuk lanjut usia (lansia). Terbuat dari kedelai yang difermentasi, tempe tidak hanya lezat tetapi juga menyimpan beragam manfaat kesehatan.
Dilansir dari Healthline, tempe tinggi protein, vitamin, dan mineral.
Selain kaya manfaat, tempe juga fleksibel dalam pengolahannya mulai dari digoreng, dibacem, hingga dicampur ke dalam sup atau tumisan.
Harganya yang terjangkau membuatnya mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
Namun, apakah mengonsumsi tempe setiap hari baik untuk tubuh?
Manfaat mengonsumsi tempe untuk Kesehatan
1. Sumber protein berkualitas tinggi
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Dalam setiap 155 gram tempe, terdapat sekitar 20 gram protein yang penting untuk pembentukan otot, kulit, rambut, hingga kuku, serta mendukung produksi hormon dan enzim dalam tubuh.
Bagi orang dewasa dengan berat badan 60 kg, tempe bisa memenuhi hampir separuh kebutuhan protein harian.
2. Menurunkan risiko penyakit jantung
Rutin mengonsumsi tempe dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 18 persen, terutama jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Kandungan protein nabati dalam tempe membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.
3. Menurunkan kolesterol jahat
Tempe mampu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh. Studi menunjukkan, konsumsi 25 gram protein kedelai per hari selama enam minggu dapat menurunkan kolesterol jahat 3-4 persen.
Selain itu, tempe rendah lemak jenuh, hanya sekitar 1–2 gram per porsi sehingga menjadi pilihan sehat bagi penderita kolesterol tinggi.
4. Membantu mengurangi risiko kanker dan gejala menopause
Isoflavon dalam tempe berfungsi seperti estrogen alami yang dapat membantu wanita mengurangi gejala menopause.
Selain itu, isoflavon memiliki efek perlindungan terhadap kanker tertentu, seperti kanker kolorektal.
Dengan mengonsumsi sekitar 100 gram tempe, seseorang bisa mendapatkan 25 mg isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Pentingnya konsumsi seimbang
Protein nabati dalam tempe mengandung zat besi yang lebih rendah dibandingkan sumber protein hewani.
Jika pola makan terlalu bergantung pada protein nabati tanpa diimbangi dengan konsumsi protein hewani, risiko anemia dapat meningkat.
Mereka yang hanya mengonsumsi tempe sebagai sumber protein utama sebaiknya memastikan tambahan zat besi dari sumber lain seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, atau suplemen.
Mengonsumsi tempe setiap hari bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang mencari alternatif protein murah bergizi tinggi.
Namun, seperti halnya makanan lain, keseimbangan dalam pola makan tetap menjadi kunci.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Jadi, jangan ragu untuk terus menikmati tempe sebagai bagian dari menu harian, tetapi pastikan juga melengkapinya dengan sumber gizi lainnya untuk kesehatan yang optimal.***
*Ilustrasi - Tempe makanan favorit masyarakat Indonesia dari bernagai kalangan.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri