Lansia Bersikap Seperti Anak Kecil, Penyebab dan Cara Menanganinya


Berita Lansia - Lansia kerap bersikap seperti anak kecil. Selain keterbatasan dalam melakukan hal kecil, lansia semakin sulit mengendalikan emosi.

2024-03-28 22:25:43

Geriatri.id - Lansia kerap bersikap seperti anak kecil. Selain keterbatasan dalam melakukan hal kecil, lansia semakin sulit mengendalikan emosi.

Apa penyebab lansia bersikap seperti anak kecil? Faktor medis (penyakit) atau psikologis?

Faktor utama yang paling mempengaruhi lansia bersikap seperti anak kecil karena penurunan kognitif yang terjadi secara alami.

Meski tidak dapat dicegah, kondisi ini bisa diperlambat. 

Memasuki fase lansia, otak akan menciut yang mengakibatkan penurunan kualitas memori dan fungsi kognitif. Akibatnya, mereka kerap melupakan hal yang sederhana.

Penurunan fungsi kognitif memengaruhi sisi psikologis lansia. Penurunan kognitif secara terus-menerus akan memengaruhi mood yang membuat lansia bersikap mudah ngambek.

Semakin signifikan penurunan fungsi kognitif, sensitivitas lansia terhadap lingkungan sekitar semakin tinggi. 

Bagaimana cara menghadapi lansia yang bersikap seperti anak kecil?

1. Mendengarkan 

Beri kesempatan lansia menyelesaikan pembicaraannya. Jangan memotong pembicaraan mereka.

Respons kecil seperti mengangguk akan membuat mereka merasa didengarkan.

2. Menanggapi dengan sopan

Jika ingin melakukan aktivitas, saat lansia sedang berbicara, lebih baik katakan secara langsung.

Dengan cara seperti itu, lansia akan mengerti. Jika ingin merespons pembicaraan, lakukan dengan sopan. 


3. Lebih sabar 

Kesabaran dibutuhkan untuk menghadapi lansia yang bersikap seperti anak kecil.

Jika mereka marah karena masalah sepele, jangan ditanggapi secara serius.

4, Mengajak lansia melatih otak

Kegiatan membaca buku, bernyanyi, berkebun, memasak dan lain-lain bisa membantu melatih otak lansia.

5. Berbicara dengan lebih jelas 

Beberapa lansia tidak mengakui mereka telah mengalami penurunan pendengaran atau sulit memahami percakapan. 

Karena itu, artikulasi harus jelas saat berbicara dengan lansia. Gunakan kalimat pendek. 

Melakukan banyak kegiatan dapat memperlambat penurunan kognitif pada lansia. Dengan begitu, risiko mereka bersikap seperti anak kecil bisa diminimalisir.*** 

Ilustrasi - Lansia kerap bersikap seperti anak kecil.(Pixabay)

 


ARTIKEL LAINNYA

AI Lebih ‘Laris' di Kalangan Perempuan Lansia di Jepang

HLUN 2026: Momentum Mewujudkan Indonesia Ramah Lansia

Pengabdian ala Oma Hedy

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026