
*Oleh Husna Sabila
Geriatri.id - Varian omicron menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia saat ini. Varian ini menyebar lebih cepat bahkan dibandingkan dengan varian delta. Yuk, kenali ciri-ciri dan gejalanya, biar tidak termakan hoaks.
Omicron adalah varian virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di negara Afrika, Botswana, pada 11 November 2021. Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, omicron memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
- Sangat bersifat transmissible atau menyebar dengan cepat, kemampuan penyebarannya melebihi varian delta.
- Omicron dengan cepat menggantikan persebaran delta di dunia.
- Omicron cenderung menyerang saluran pernapasan bagian atas.
- Pasien terkonfirmasi positif yang berasal dari varian omicron cenderung tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.
- Varian omicron lebih berisiko untuk menimbulkan infeksi kedua (terkonfirmasi positif kembali).
- Gejala yang ditimbulkan cenderung ringan dibandingkan varian lainnya.
Gejala
Gejala yang ditimbulkan oleh varian omicron cenderung lebih ringan dibandingkan varian lainnya. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin dirasakan ketika tubuh kita terpapar Covid-19 varian omicron yang dirangkum dari laman Health.com dan wawancara dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) pada kanal youtube inews:
Lalu apa saja fakta yang tidak relevan atau HOAKS tentang omicron ini? Kementerian Kesehatan RI sudah menjelaskan beberapa sanggahan mengenai hoax omicron yang beredar di masyarakat seperti hal berikut ini:
1. Omicron hanya menimbulkan gejala ringan dan tidak berbahaya.
FAKTA: Omicron memang cenderung menunjukan gejala yang lebih ringan, namun infeksi dari varian ini tetap berpotensi menyebabkan kematian pada kelompok tertentu seperti orang dengan komorbid, lansia, dan orang yang belum menjalani vaksinasi.
2. Vaksinasi yang ada saat ini tidak bisa melumpuhkan bahaya omicron.
FAKTA: Vaksin merupakan salah satu proteksi terbaik dalam melawan omicron. Berdasarkan data yang ada, 60% dari pasien positif omicron yang meninggal di Indonesia belum melakukan vaksinasi.
3. Omicron tidak bisa menginfeksi orang yang sebelumnya pernah terkonfirmasi positif COVID-19.
FAKTA: Orang yang sudah pernah terkonfirmasi positif covid-19 juga bisa terkena omicron. Dalam hal ini vaksinasi sangat dianjurkan guna meminimalisir kemungkinan gejala yang parah.
Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh kalangan masyarakat khususnya golongan rentan seperti lansia atau pasien dengan komorbid tertentu untuk terus menjaga dan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, membatasi mobilitas, dan menjalankan vaksinasi sesuai anjuran agar terhindar dari paparan varian omicron.
===
Ikuti program LOL (Lansia Online) akhir pekan ini, Sabtu 12 Februari 2022, mulai pukul 13.00 WIB, dengan tema "Cara Keluarga Jaga Lansia dari COVID-19", bersama narasumber Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., FINASIM, M.M., S.E. Saksikan secara daring di Facebook/Geriatri.indonesia dan Youtube/Geriatri TV.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri