Kasus Omicron Bertambah, Ini Langkah Antisipasi Pemerintah Cegah Lonjakan Kasus


Berita Lansia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mencatat penambahan kasus transmisi lokal Omicron pada 3 Januari 2022 sehingga total menjadi 152 kasus.

2022-01-04 19:17:30

Geriatri.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mencatat penambahan kasus transmisi lokal Omicron pada 3 Januari 2022 sehingga total menjadi 152 kasus. Rinciannya 146 merupakan kasus impor dan 6 kasus transmisi lokal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dari 152 kasus yang masuk ke Indonesia, setengahnya tanpa gejala. Sementara setengahnya lagi sakit ringan dengan saturasi masih di atas 95%. 

"Sekitar 23% atau 34 orang sudah kembali ke rumah. Sampai sekarang tidak ada yang menbutuhkan perawatan serius di RS, cukup diberi obat dan vitamin,” ujar Menkes dalam siaran pers, 3 Agustus 2022.

Kemenkes merinci kasus Omicron di Indonesia masih didominasi para pelaku perjalanan internasional dari Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama kelima negara itu. 

Berita Lansia lainnya:

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Upaya antisipsi dalam negeri juga dilakukan dengan memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk aspek penunjang seperti SDM Kesehatan serta farmasi dan alat kesehatan.

“Jumlah tempat tidur di Indonesia ada sekitar 400 ribu, 30% atau 120 ribu kita dedikasikan untuk COVID-19, sekarang yang terisi sekitar 240-250 ribu tempat tidur. Jadi masih ada room sekitar 110 ribu yang sebelumnya memang sudah kita alokasikan untuk COVID-19,” jelasnya. 

Menkes menambahkan saat serangan varian delta pada pertengahan tahun 2021, oksigen merupakan kebutuhan esensial bagi perawatan pasien COVID-19, baik di RS maupun isoman di rumah. Kelangkaan pasokan oksigen yang kemudian berdampak terhadap pasien yang sedang menjalani perawatan intensif. 

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis, Kementerian Kesehatan telah mendistribusikan kurang lebih 16 ribu oksigen konsentrator atau setara 800 ton/hari ke rumah sakit-rumah sakit untuk perawatan pasien COVID-19 terutama RS yang kesulitan mengakses oksigen cair. 

“Kita juga sudah menerima dan sedang memasang 31 oksigen generator. Saat ini 70% sudah selesai. Ini oksigen medis yang besar bahkan bisa mengakomodir kebutuhan satu rumah sakit,” terang Menkes. 

Kebutuhan obat terapi bagi pasien COVID-19 juga melonjak signifikan saat kenaikan kasus pada pertengahan tahun lalu. Belajar dari pengalaman, saat ini pemerintah telah menyiapkan stok obat bagi pasien COVID-19 dan siap didistribusikan apabila terjadi lonjakan permintaan obat. 

“Kita akan datangkan monoviravir, saat ini kita simpan dulu, kalau ada apa-apa nanti kami distribusikan. Obat ini terbukti bisa membantu menekan laju pasien yang saturasi 94% ke RS,” kata Menkes. 

Kendati varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi dengan risiko sakit berat yang rendah, masyarakat harus tetap waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Untuk itu upaya pencegahan dan pengendalian dan upaya mitigasi lainnya harus tetap berjalan.

“Yang penting protokol kesehatan harus dilakukan dengan baik. Juga gunakan Pedulilindungi dengan disiplin, dengan begitu kita bisa trace. Yang kasus transmisi lokal di Medan kita jadi tahu dalam 5 hari terakhir kemana saja. Pastikan disiplin karantina dengan baik.," pungkasnya.(asp)***

Foto: Ilustrasi - Varian Omicron.(Piqsels)

Video Lansia:

 

lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,geriatri,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026