.jpg)
Geriatri.id - Jalan kaki merupakan olahraga ringan yang mudah dilakukan dan bermanfaat bagi kesehatan termasuk kelompok lanjut usia (lansia). Studi yang dipublikasikan Alzheimer’s & Dementia: The Journal of the Alzheimer’s Association menunjukkan aktivitas ringan itu membantu memprediksi jenis penurunan kognitif yang dialami lansia.
Berdasarkan penelitian yang diinisiasi tim gabungan dari Lawson Health Research Institute, Inggris dan Western University, Kanada menyebutkan kinerja motorik, khususnya cara seseorang berjalan dapat membantu mendiagnosis kondisi neurodegeneratif.
Manuel Montero-Odasso, salah satu penulis dalam studi itu mengatakan studi yang dilakukan untuk mencermati gangguan langkah pada lansia yang berhubungan dengan gangguan kognitif. Gangguan itu diantaranya Parkinson, Alzheimer, demensia frontotemporal dan lain-lain.
"Ini menjadi bukti kuat pertama yang menunjukkan variabilitas gaya berjalan merupakan penanda penting untuk proses di otak terkait gangguan kognitif dan kendali motorik," ujarnya dikutip dari laman Pharmacy Times.
Studi itu juga menunjukkan, variabilitas gaya berjalan yang tinggi menjadi penanda disfungsi kognitif-kortikal. Jika itu terjadi, kemampuan lansia untuk melakukan berbagai aktivitas pada waktu bersamaan akan terpengaruh.
Montero-Odasso mencontohkan, aktivitas berbicara sambil berjalan atau memotong sayuran sambil mengobrol dengan anggota keluarga. Bersama timnya, dia menyimpulkan variabilitas gaya berjalan mirip dengan aritmia alias gangguan irama jantung.
Selanjutnya, tim itu merekomendasikan penyedia layanan kesehatan melakukan pengukuran variabilitas gaya berjalan pada pasien lansia. Pengukuran ini serupa dengan bagaimana mendeteksi irama detak jantung dengan elektrokardiogram.(asp)***
Foto: Lansia berjalan kaki.(Piqsels)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri